Iman di hati ibarat pelita. Apabila cahaya meredup bererti kita akan larut dalam gelap dan kehilangan petunjuk dalam menjalani kehidupan. Dan semakin cahayanya menyala, bererti kita semakin bisa melihat segala sesuatu di hadapan kita dengan jelas.
Wajar saja jika kadang-kadang pelita meredup, kerana memang begitulah tabiat iman sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah, bahawa iman itu terkadang bertambah & berkurang. Namun, kita harus berusaha agar ia tidak terus meredup bahkan terpadam. Hanya ada satu cara untuk menyalakan kembali pelita yang meredup itu: TAUBAT.
~nyalakan pelita iman dengan taubat~
Pilihlah corak kehidupanmu!! Corak kehidupan biarlah bernafas dalam roh Islam. Hai, selamat sejahtera iman!! =) selamat datang ihsan!! Apa kabar? Hidup dalam ketaqwaan itu lebih indah harmoni. Tenang hati dengan halawatul iman. Damai hidup dengan halawatul ibadah. Manis semua. Insan budiman, mari kita berbudi, mari kita mengejar iman. sekian.
Showing posts with label mencari mutiara di dasar hati. Show all posts
Showing posts with label mencari mutiara di dasar hati. Show all posts
Saturday, August 6, 2011
SUMBER KEBAHAGIAAN
Sederhana sekali Ibnul Qayyim memberi jawapan tentang sumber kebahagiaan hidup, "Allah". Orang yang telah memiliki rahsia kebahagiaan itu menurut Ibnul Qayyim, akan menjadi raja di dunia dan di akhirat. Di dunia, disegerakan untuknya syurga dunia, dan di akhirat Allah menyediakan syurga akhirat.
"Hatinya memandang, kefakiran adalah kekayaan saat dirinya bersama Allah. Memandang kekayaan itu kefakiran saat dirinya tidak bersama Allah. Kemuliaan itu hina tanpa Allah. Kehinaan itu mulia bersama Allah. Kenikmatan itu azab tanpa Allah. Azab itu nikmat bersama Allah. Kesimpulannya ia tidak melihat kehidupan kecuali dengan Allah. Merekalah orang-orang yang telah mendapat dua syurga: syurga di dunia yang disegerakan Allah ketika ia hidup di dunia dan syurga di akhirat yang menantinya,"
(Nafa-5is Al Fawaidh/202)
"Hatinya memandang, kefakiran adalah kekayaan saat dirinya bersama Allah. Memandang kekayaan itu kefakiran saat dirinya tidak bersama Allah. Kemuliaan itu hina tanpa Allah. Kehinaan itu mulia bersama Allah. Kenikmatan itu azab tanpa Allah. Azab itu nikmat bersama Allah. Kesimpulannya ia tidak melihat kehidupan kecuali dengan Allah. Merekalah orang-orang yang telah mendapat dua syurga: syurga di dunia yang disegerakan Allah ketika ia hidup di dunia dan syurga di akhirat yang menantinya,"
(Nafa-5is Al Fawaidh/202)
Labels:
mencari mutiara di dasar hati
Subscribe to:
Posts (Atom)